Praktik Kependidikan: Mahasiswi UNY Dampingi Pelatihan Batik Jumputan sebagai Terapi Seni bagi Warga Binaan

Yogyakarta.  Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan kegiatan pendampingan pelatihan batik jumputan sebagai sarana terapi seni bagi warga binaan di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (Unit Bina Karya). Program yang berjalan secara bertahap setiap hari Rabu dan Jumat, sejak tanggal 29 Juli hingga 4 September 2026, ditujukan bagi kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), terutama dalam membantu pemulihan dan menjaga kesehatan mental bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Pelatihan yang diadakan secara rutin ini bertujuan memberikan ruang yang aman bagi para warga binaan untuk menyalurkan perasaan mereka, sekaligus melatih fokus dan kesabaran. Dalam pelaksanaannya, mahasiswi PK bertindak sebagai pendamping atau co-fasilitator yang membantu instruktur utama dari balai. Ketika instruktur perlu membagi fokus untuk mengajar di kelas menjahit, mahasiswi PK secara konsisten menemani para warga binaan yang berada di ruang membatik dari awal hingga akhir sesi. Pendampingan dilakukan dengan cara memperhatikan arahan instruktur, membantu menyiapkan keperluan praktikum seperti membagikan tali rafia dan meracik air pewarna, serta merangkul warga binaan yang merasa ragu atau canggung agar mereka tetap semangat dan nyaman berkarya tanpa perlu takut salah.

Proses pembuatan batik yang dikerjakan secara perlahan dan bertahap ini membawa perubahan positif bagi kondisi emosional serta rasa percaya diri warga binaan. Selain berhasil menyelesaikan karya kain batik jumputan secara utuh, aktivitas ini menjadi wadah yang baik untuk membantu warga binaan merasa lebih tenang, berinteraksi dengan lebih akrab, dan tampak lebih bersemangat selama proses pelatihan. Suasana belajar yang ramah dan tanpa paksaan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pemulihan jiwa para warga binaan, sekaligus sejalan dengan arah SDGs poin ke 3 untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Melalui kegiatan ini, terapi seni batik jumputan diharapkan dapat terus berjalan secara rutin di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan bukan hanya memberikan keahlian baru bagi warga binaan, tetapi juga menjadi bekal penting dalam merawat kesehatan mental mereka agar semakin siap untuk kembali berbaur dan mandiri di tengah masyarakat (Kontb. TC).

Tags: